Nelangsa

ternyata aku rindu.
dari sekian waktu, moment yang telah terlewati seharusnya semua bisa terlewati dengan baik-baik saja. berharap bahwa perlahan aku akan benar-benar melupakannya, atau setidaknya aku bisa menganggapnya biasa-biasa saja. ternyata tidak.
aku rindu. sangat rindu.
jangan tanya kenapa aku rindu. aku pun menanyakan hal yang sama pada diriku sendiri.
entah, dan selalu entah. percayalah, ketika menulis sajak ini aku pun kehilangan kata-kata. tapi, sepertinya ini bukanlah sajak. sajak tak seperti ini, ini terlalu menyedihkan. aku harap kalian tak paham apa maksudku, biar aku saja yang paham. karena jika kalian paham, kalian akan tau sesedih apa yang aku rasakan. haha, sedikit berlebihan. tapi percayalah. aku nelangsa. aku rindu kamu, sekali lagi.
sekarang aku berfikir bagaimana caranya untuk menganggap semuanya tak ada apa-apa. menganggap rindu ini hanya rindu yang tak berarti. berharap rinduku hanya nafsu atau keegoisan diriku untuk berjumpa kembali. tapi, sayangnya tidak demikian. :(
aku temukan diriku yang tulus merindukan dalam diam, mencintaimu seperti kemarin dan semakin bertambah hingga aku menulis sajak ini dan setelah tulisan ini berakhir.
Makassar, 1 Nov 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan indah akhir pengkhianatan !!!

BALIK LAGI !!!!