Bulan

Hallo, selamat malam.
Selamat malam laut indah, ombak merdu, angin-angin yang membuat bulu kudukku berdiri, cahaya-cahaya kecil dan cahaya gemerlap lampu kota yang ramai akan kebisingan.
Malam ini aku kedinginan. Ya. Bagaimana tidak?
Aku sedang asyik duduk di jembatan kayu dengan sebuah gitar, sebuah cahaya dari senter kecilku dan pastinya dengan teman-teman yang gila dengan nyanyian dan petikan lagu yang lentik.
Malam semakin gelap, dan tak kusadar dari tadi aku sedang memandangi sebuah cahaya. Dan itu bukan cahaya dari kota. Cahaya itu berasal dari balik gunung. Semakin malam, cahaya itu semakin naik ke langit.
Dari itu aku sempat berpikir, ah…aku yakin. Tidak semua orang bisa melihat ini. Ya, mungkin mereka melihatnya, tapi tidak semua melihat prosesnya dan tentunya dari tempat indah ini.
Tidak semua orang bisa terkagum seperti ini. Mungkin agak sedikit sombong atau apalah itu. Tapi ini memang benar adanya, karena yang aku ceritakan ini adalah suatu keindahan. Sungguh indah. Bagaimana tidak? Waktu yang berlangsung adalah malam, dan malam butuh cahaya, cahaya itu bulan yang kumaksudkan. Bulan. Iya, bulan.
Selamat malam, bulan…..


Maitara, Januari-2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan indah akhir pengkhianatan !!!

Nelangsa

BALIK LAGI !!!!